Pengaruh Penambahan Tepung Daun Jambu Biji Pada Ransum Puyuh Petelur (Coturnix coturnix japonica) Terhadap Kualitas Telur Masa Puncak Produksi
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun jambu biji pada ransum puyuh petelur (Coturnix coturnix japonica) terhadap kualitas telur masa puncak produksi. Penelitian ini dilaksanakan mulai Oktober – Desember 2022. Penelitian ini akan dilaksanakan di Kandang Puyuh Mitra Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Uniska yang beralamat di Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Peralatan yang digunakan pada penelitian ini adalah timbangan digital dengan ketelitian 1 g dan 0,1 g, standar kuning telur, pemisah kuning telur, cawan petri, sendok, jangka sorong, tisu, timba, alat tulis, kamera dan kandang puyuh dengan kapasitas 240 ekor. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah puyuh betina berjumlah 240 ekor, pakan komersial, dan tepung daun jambu biji. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental (percobaan lapang) dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 Perlakuan 6 Ulangan. Setiap unit percobaan berisi 10 ekor puyuh betina, Jadi keseluruhan perlakuan dalam percobaan sebanyak 240 ekor. Perlakuan dalam penelitian ini sebagai berikut:P0 : 100% pakan kontrol, P1 : 100% pakan kontrol dan 0,5% tepung daun jambu biji, P2 : 100% pakan kontrol dan 1,0% tepung daun jambu biji, P3 : 100% pakan kontrol dan 1,5% tepung daun jambu biji. Variabel yang diamati adalah indeks kuning telur, presentase bobot kuning telur, presentase bobot putih telur, presentase bobot cangkang telur, ketebalan cangkang, dan indeks warna kuning telur. Data dari hasil pengamatan yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan uji F dengan metode analisis sidik ragam. Apabila terjadi beda nyata atau sangat nyata ( F hitung > F tabel 5 %) atau sangat nyata (F hitung > 1%). Maka akan dilanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5 %. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Pada variabel pengamatan indeks kuning telur menunjukkan pengaruh yang nyata pada pengamatan minggu ke 1 pada perlakuan P0 dan pengamatan minggu ke 4 pada perlakuan P2. Pada variabel pengamatan presentase bobot kuning telur menunjukkan pengaruh yang nyata pada pengamatan minggu ke 2 pada perlakuan P3 dan pengamatan minggu ke 4 pada perlakuan P3. Pada variabel pengamatan presentase bobot putih telur menunjukkan pengaruh yang nyata pada pengamatan minggu ke 1 pada perlakuan P2, pengamatan minggu ke 2 pada perlakuan P0, dan minggu ke 5 pada perlakuan P0. Pada variabel pengamatan presentase bobot cangkang telur menunjukkan pengaruh yang nyata pada pengamatan minggu ke 5 pada perlakuan P3 dan pengamatan minggu ke 6 pada perlakuan P2. Pada variabel pengamatan ketebalan cangkang telur menunjukkan pengaruh yang nyata pada pengamatan minggu ke 2 pada perlakuan P3. Pada variabel pengamatan indeks warna kuning telur menunjukkan pengaruh yang nyata pada pengamatan minggu ke 1 pada perlakuan P2.