Pengaruh Penambahan Vitamin E pada Beberapa Pengencer terhadap Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Ayam Kedu Merah
Abstract
Tujuan penelitian adalah mengetahui interaksi vitamin, jenis pengencer dan lama penyimpanan dalam semen ayam kedu merah serta pengaruh faktor terhadap kualitas mikroskopis. Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial (2x4x4) faktor pertama jenis pengencer (P) : ringer laktat (P1) dan susu skim + 50 mM glukosa (P2), faktor kedua vitamin E (V0-3) : 0%, 1%, 2% dan 3%, faktor ketiga lama penyimpanan (W0-3) : 0, 2, 4 dan 6 jam. Semen dari sepuluh ekor ayam kedu merah diencerkan sesuai perlakuan lalu disimpan pada suhu 4oC selama 0, 2, 4 dan 6 jam kemudian dilakukan pengamatan motilitas, viabilitas dan abnormalitas. Hasil analisis variansi menunjukan tidak terdapat interaksi antara jenis pengencer, vitamin E dan lama penyimpanan (P>0,05) terhadap motilitas dan viabilitas, namun terdapat interaksi sangat nyata antara jenis pengencer dengan vitamin (P<0.01) terhadap viabilitas. Hasil uji orthogonal polinomial menunjukkan pengaruh sangat nyata secara kubik (P<0,01) hasil terbaik P2v2 = 93.53% Perlakuan jenis pengencer berbeda nyata (P<0.05) terhadap motilitas dengan hasil terbaik P1 = 81.71 ± 2.29 dan terdapat perbedaan sangat nyata (P<0.01) terhadap viabilitas, hasil terbaik P1 = 92.12±1.74. Penambahan vitamin tidak berbeda nyata (P>0.05) terhadap motilitas dan viabilitas. Lama penyimpanan berbeda sangat nyata (P<0.01) terhadap dua variabel, hasil terbaik pada W2. Dapat disimpulkan penambahan vitamin E dalam pengencer ringer laktat lebih baik dari susu skim dalam mempertahankan motilitas dan viabilitas selama penyimpanan 4 jam.